Hubungan antara Kemampuan Bahasa Arab dengan Pemahaman Ayat-ayat Al-Qur’an serta Pengaruhnya terhadap Penghafalan Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan al-Qur’an dengan bahasa Arab, dan mengutus utusan-Nya Nabi Muhammad g dengan bahasa Arab. Para ulama menerangkan al-Qur’an dan al-Hadits dengan bahasa yang sama.[1] Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إنّآ أَنْزَلْنٰهُ قُرْأٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.” (Yusuf [12]: 2)

كِتَابٌ فُصِّلَتْ اٰيٰتُهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍيَّعْلَمُوْنَ

Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui.” (Fussilat [41]: 3)

Hakikat menyatakan bahwa ilmu bahasa Arab lahir dan berkembang di bawah naungan kitab suci al-Qur’an.[2] Kedudukan istimewa yang dimiliki bahasa Arab …. read more.

Pentingnya Pengenalan Tentang Anak Didik dalam Pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

 1. Latar Belakang

Salah satu tujuan dari pendidikan adalah menolong anak mengembangkan potensinya semaksimal mungkin, karena itu pendidikan sangat menguntungkan baik bagi anak maupun bagi masyarakat. Anak didik memandang sekolah sebagai tempat mencari sumber “bekal” yang akan membuka dunia bagi mereka. Orang tua memandang sekolah sebagai tempat dimana anaknya akan mengembangkan kemampuannya. Pemerintah berharap agar sekolah akan mempersiapkan anak-anak untuk menjadi warga negara yang cakap.[1]

Karena itu, bimbingan sangat diperlukan untuk anak didik. Dan bimbingan yang baik dan benar harus didasarkan pada pengenalan tentang anak didik yang dibimbingnya. …. read more.

الطِّفْلُ الَّذِيْ لَا يَعْرِفُ الْخَوْفَ

الطِّفْلُ الَّذِيْ لَا يَعْرِفُ الْخَوْفَ

حِكَايَةٌ مِنَ الْبَلَدِ التُّرْكِيِّ. كَانَ الْوَلَدُ المَرِحُ يَعِيْشُ فِي الْرِيْفِ يُدْعَى بَاصِلٌ. كَانَ بَاصِلٌ يُسَاعِدُ وَالِدَيْهِ دَائِمًا. وَ لِبَاصِلٍ اِمْتِيَازٌ خَاصَّةٌ عَنْ زُمَلَائِهِ. وَ يَنْظُرُ بَاصِلٌ الْأفْعَى, وَقَالَ: “جَمِيْلٌ” وَيَحْمِلُهُ حَتَّى يَلْقَى زُمَلَائَهُ وَهُمْ يَجْرُوْنَ. هٰذَا الْمُمَيِّزُ هُوَ لَا يَعْرِفُ الْخَوْفَ. لَمْ يَكُنْ بَاصِلٌ يُدْرِكُ سَبَبَ خَوْفِ زُمَلَائِهِ مِنْ سَبْيِ الْحَيَّةِ. …. read more.

Ummu Sulaim, Maskawinnya, dan Keyakinan yang Sempurna

Ummu Sulaim adalah ibu kandung Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masuk Islam sejak di Makkah. Dia ditinggalkan oleh suaminya karena memeluk Islam. Suaminya pergi ke Syam, dan terbunuh di negara itu.

Ketika Anas sudah beranjak dewasa, Abu Thalhah al-Anshari hendak menyunting Ummu Sulaim untuk dijadikan istri. Pada saat itu Abu Thalhah masih musyrik. Ummu Sulaim menolak lamaran  Abu Thalhah. Ummu Sulaim memberitahukan kepadanya bahwa seorang muslimah tidak boleh menikah dengan seorang musyrik. Ummu Sulaim juga berbicara banyak kepada Abu Thalhah tentang Islam, dan mendorongnya untuk memeluk Islam, hingga akhirnya Abu Thalhah benar-benar tertarik kepada Islam, dan mendeklarasikan bahwa dia memeluk Islam. Kemudian Ummu Sulaim berkata, kepada Abu Thalhah, “Saya akan menikah denganmu, dan saya tidak akan meminta maskawin apa pun selain Islam.” …. read more.

Resensi Buku Produktif 24 Jam

photo0058[1]

Judul:   125 طريقة لحفظ الوقت

-Produktif 24 Jam- 125 Kiat Muslim Memanfaatkan Waktunya

Penulis:   Abul Qa’qa’ bin Muhammad Shalih

Penerjemah:   Izzudin Al-Karimi, Lc.

Muraja’ah:   Ainul Haris Umar Thayyib, Lc. M. Ag.

Desain Sampul:   Tim Kreatif eLBA

Penerbit:   Pustaka La Raiba Bima Amanta (eLBA), Surabaya …. read more.

10 Perkara dalam Mengarungi Bahtera Rumah Tangga

Umamah binti al-Haris memberikan nasihat kepada putrinya yang dipinang oleh Amr bin Hajar, Raja Kindah. Umamah binti al-Haris berkata, “… Hapalkan dari ibu 10 perkara;

Pertama dan Kedua:

Bergaul dengannya, selalu bertemankan qana’ah dan ridha, serta mematuhi perintah dan ucapannya.

Ketiga dan Keempat:

Selalu menjaga tempat-tempat yang biasa dipandang oleh matanya atau …. read more.